GARDAATLETIK. Semangat para atlet muda dari Ponorogo berhasil membuahkan hasil manis. Dalam ajang Kejurnas Blitarian Open II 2024 yang digelar di Blitar, tim dari PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) Ponorogo tampil gemilang dan keluar sebagai juara umum mengungguli puluhan kontingen dari berbagai penjuru Tanah Air.
25 Medali Bukti Ponorogo Tak Bisa Diremehkan
Dengan semangat bertanding yang tinggi dan persiapan yang matang, PASI Ponorogo berhasil membawa pulang total 25 medali, terdiri dari:
- 10 Emas
- 10 Perak
- 5 Perunggu
Prestasi ini bukan semata-mata soal angka ia menjadi refleksi dari dedikasi, disiplin, dan kerja tim yang solid antara atlet, pelatih, dan seluruh elemen pendukung.

Pembinaan Serius, Hasil Tak Main-Main
Ketua PASI Ponorogo, Yuniar Dwi Nugroho, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari proses panjang. Latihan rutin, dukungan penuh dari keluarga atlet, hingga perhatian dari pemerintah daerah menjadi bagian penting dari kesuksesan ini.
Ia juga menegaskan bahwa pengembangan atletik usia muda di Ponorogo tidak berjalan setengah hati. “Kami percaya, talenta lokal bisa bersinar bila dibina dengan tepat,” ujarnya.
Nama-Nama Baru yang Patut Diperhitungkan
Beberapa atlet muda Ponorogo tampil mencolok dan sukses mencetak waktu dan catatan jarak yang mengesankan. Cabang seperti lari jarak pendek, lompat jauh, hingga tolak peluru menjadi ladang emas bagi para atlet tersebut.
Penampilan mereka bukan hanya merebut podium, tetapi juga membuka mata banyak pihak bahwa potensi besar tengah tumbuh dari daerah yang selama ini mungkin tak banyak dilirik.
Kemenangan Ini, Awal dari Perjalanan Panjang
Menjadi juara umum di Kejurnas Blitarian bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan pijakan awal menuju kompetisi-kompetisi yang lebih tinggi. PASI Ponorogo menaruh harapan agar prestasi ini menjadi cambuk semangat bagi atlet lain di Ponorogo untuk terus berkembang.
Ponorogo, Bukan Hanya Tentang Reog
Prestasi dari dunia atletik ini mengingatkan kita bahwa Ponorogo bukan hanya dikenal lewat seni dan budaya, tapi juga mulai bersuara lantang lewat dunia olahraga. Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan menyeluruh, bukan tidak mungkin kelak, atlet nasional masa depan akan lahir dari tanah Reog ini.