GARDA ATLETIK

olahraga

Autor, @donypro

GARDAATLETIK. Herry Iman Pierngadi, pelatih kawakan sektor ganda putra Indonesia, belum lama ini melontarkan pernyataan yang cukup menyengat targetnya di Tur Asia mendatang adalah menumbangkan pasangan Malaysia, Man Wei Chong / Tee Kai Wun.

Di dunia olahraga, komentar semacam ini bisa menyalakan dua hal api permusuhan, atau semangat persaingan. Menariknya, ganda putra Malaysia ini memilih opsi kedua.

Bukan Tersinggung, Justru Terinspirasi

Alih-alih terpancing emosi atau membalas sindiran, Man dan Tee justru menyambut pernyataan itu sebagai bentuk pengakuan sekaligus tantangan sehat.

“Kami melihatnya sebagai bagian dari persaingan. Kalau ada yang menargetkan kami, artinya kami dianggap cukup kuat untuk jadi lawan yang patut diperhitungkan,” ujar Man, santai namun percaya diri.

Menurut mereka, lawan dari negara mana pun akan selalu dipandang serius. Tak ada istilah pilih-pilih dalam menghadapi kompetisi semua pertandingan dianggap penting.

Fokus Mereka Tetap Sama Bermain Lebih Baik

Di tengah riuhnya komentar dan tekanan dari luar, Man/Tee tetap memusatkan perhatian pada hal yang paling penting performa sendiri.

Pasangan ini mengakui bahwa mereka masih perlu menyempurnakan beberapa aspek permainan, seperti rotasi di area depan net dan pengambilan keputusan di poin-poin krusial.

Mereka sadar, tanggapan terbaik bukan datang dari kata-kata, melainkan dari cara mereka bermain di lapangan nanti.

Rivalitas Indonesia vs Malaysia: Tak Sekadar Panas, Tapi Penuh Rasa Hormat

Bulutangkis seringkali jadi ajang unjuk gigi bagi negara-negara Asia Tenggara, terutama antara Indonesia dan Malaysia. Tapi rivalitas ini tak selalu harus dibumbui ketegangan. Justru, sikap profesional dan saling menghormati seperti yang ditunjukkan Man/Tee-lah yang memperkaya warna kompetisi.

Respons mereka menunjukkan kelas: tidak emosional, tidak reaktif, tapi penuh kontrol dan perhitungan.

Tur Asia 2025 Panggung Pembuktian Sesungguhnya

Dengan sederet turnamen di depan mata, termasuk Tur Asia 2025, Man dan Tee tengah mempersiapkan diri secara menyeluruhbaik secara fisik, teknik, maupun mental.

Apakah mereka akan kembali bertemu pasangan Indonesia dalam duel panas di lapangan? Bisa jadi. Dan jika itu terjadi, kita bisa menantikan pertandingan yang tak hanya seru secara skor, tapi juga kaya akan makna sportivitas.

Penutup

Target yang diarahkan ke Man/Tee bukan dipandang sebagai ancaman, tapi sebagai cermin dari eksistensi mereka di panggung dunia. Mereka tidak lari, tidak gusar mereka memilih untuk terus berbenah dan menjadikan tantangan itu sebagai bahan bakar untuk melaju lebih jauh.

Sejauh ini, respon mereka sudah mencetak satu poin penting: sikap dewasa adalah salah satu kunci kemenangan.

Posted in
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai