
GARDAATLETIK. Kalau kamu mengira Cristiano Ronaldo hanya mengandalkan gym dan latihan fisik berat untuk menjaga tubuh atletisnya, kamu mungkin akan terkejut. Di balik otot-otot kokohnya, ternyata ada satu jenis latihan yang tampilannya kalem tapi dampaknya luar biasa yaitu Pilates.
Siapa sangka, olahraga yang sering diasosiasikan dengan gerakan lembut ini justru jadi salah satu rahasia kebugaran Ronaldo di usia yang tak lagi muda. Penasaran kenapa? Yuk, kita kenali lebih dekat apa itu Pilates dan bagaimana ia bekerja menjaga tubuh tetap seimbang dan kuat.
Apa Itu Pilates?
Pilates adalah bentuk latihan yang berfokus pada stabilitas tubuh, kontrol pernapasan, kekuatan otot inti (core), serta fleksibilitas. Olahraga ini dikembangkan oleh Joseph Pilates pada awal abad ke-20 dan awalnya digunakan untuk membantu pemulihan cedera.
Namun seiring waktu, metode ini makin populer karena manfaatnya terasa sangat menyeluruh baik untuk kebugaran fisik maupun kesehatan mental. Meski gerakannya tampak pelan dan minim loncatan, Pilates justru menargetkan otot-otot dalam yang sering kali luput dilatih di olahraga lain.
Kenapa Cristiano Ronaldo Memilih Pilates?
Bayangkan atlet sepak bola yang setiap pertandingan harus berlari puluhan kilometer, beradu tubuh, hingga meloncat tinggi menanduk bola. Semua gerakan itu butuh keseimbangan, kekuatan inti, dan kontrol tubuh yang luar biasa dan di sinilah Pilates berperan.
Beberapa alasan mengapa Ronaldo menjadikan Pilates bagian dari rutinitas latihannya:
- Membangun kekuatan otot inti (core)
Gerakan dalam Pilates banyak menargetkan otot perut, pinggang, dan punggung bawah pusat dari semua pergerakan tubuh. Core yang kuat bikin Ronaldo lebih stabil saat berlari dan mencegah cedera otot.
- Melatih fleksibilitas dan kelenturan otot
Dalam sepak bola, tubuh perlu bergerak dengan jangkauan yang luas. Pilates membantu otot tetap lentur tanpa kehilangan kekuatan, cocok untuk menjaga performa di lapangan.
- Meningkatkan konsentrasi dan kesadaran tubuh
Pilates bukan cuma soal fisik, tapi juga melatih fokus. Ronaldo dikenal sangat disiplin dan fokus tinggi Pilates mendukung itu dengan latihan pernapasan dan kontrol gerak.
- Mencegah cedera
Gerakan halus namun terstruktur dalam Pilates membuat otot-otot kecil di tubuh ikut aktif, sehingga tubuh jadi lebih seimbang dan risiko cedera pun menurun.
Jenis Pilates Mat vs Reformer
Ternyata Pilates nggak cuma satu jenis, lho! Berikut dua bentuk latihan Pilates yang umum dilakukan:
- Mat Pilates: Latihan di atas matras tanpa alat bantu berat. Gerakannya mengandalkan bobot tubuh sendiri dan bisa dilakukan di rumah.
- Reformer Pilates: Menggunakan alat khusus bernama reformer yang memiliki tali, pegas, dan papan geser. Biasanya dilakukan di studio Pilates, cocok buat kamu yang ingin tantangan lebih bervariasi.
Siapa Saja yang Cocok Melakukan Pilates?
Jawabannya semua orang. Dari atlet profesional, ibu rumah tangga, hingga lansia semua bisa mendapatkan manfaat dari Pilates, asalkan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Bahkan untuk kamu yang baru pulih dari cedera atau ingin memulai olahraga ringan, Pilates bisa menjadi opsi yang lembut namun tetap memberi dampak signifikan bagi tubuh.
Pelan tapi Mengena
Dalam dunia olahraga yang serba cepat dan eksplosif, Pilates hadir sebagai pengingat bahwa kekuatan sejati tak selalu datang dari kerasnya pukulan atau beratnya beban. Kadang, dari gerakan lembut dan penuh kontrol, justru muncul daya tahan luar biasa seperti yang ditunjukkan oleh Cristiano Ronaldo.
Jadi, kalau kamu ingin punya tubuh bugar, fleksibel, dan bebas cedera seperti Ronaldo, mungkin sekarang saatnya mencoba Pilates. Siapa tahu, olahraga ini juga jadi rahasia kebugaranmu yang baru!