GARDA ATLETIK

olahraga

Autor, @donypro

GARDAATLETIK. Ketika Garuda Muda kembali dipertemukan dengan Harimau Muda di atas lapangan hijau, satu hal yang pasti akan menyala lebih dulu bukanlah peluit wasit, melainkan semangat nasionalisme dari kedua kubu. Indonesia vs Malaysia di ajang Piala AFF U-23 2025 bukan hanya soal sepak bola ini adalah pertandingan penuh sejarah, emosi, dan harga diri.

Namun, di tengah riuhnya euforia dan tekanan mental, kontrol emosi justru menjadi kunci yang tak boleh diabaikan. Inilah pesan yang kembali digaungkan oleh pelatih Timnas U-23 Indonesia, Shin Tae-yong, menjelang duel klasik tersebut.

Rivalitas yang Lebih dari Sekadar Laga

Sejarah panjang pertemuan Indonesia dan Malaysia di lapangan hijau selalu sarat cerita. Bentrok dua negara bertetangga ini tak hanya menarik secara taktik dan strategi, tetapi juga menyentuh urat sensitif kebanggaan nasional.

Atmosfer panas, tekanan publik, dan ekspetasi tinggi bisa menjadi bahan bakar kemenangan namun, bisa pula berubah jadi bumerang jika tidak dikendalikan. Emosi berlebihan sering menjadi musuh dalam selimut yang mengacaukan konsentrasi dan merusak ritme permainan.

Shin Tae-yong “Emosi Harus Dikendalikan”

Pelatih asal Korea Selatan itu sangat paham betapa berbahayanya emosi yang tak terkendali. Dalam jumpa pers pra-pertandingan, ia menekankan bahwa semangat juang harus tetap dibarengi dengan kecerdasan mental. “Kami ingin pemain tetap fokus dan bermain dengan hati dingin. Jangan sampai terprovokasi. Di laga seperti ini, pengendalian emosi sama pentingnya dengan strategi,” ujar Shin.

Bukan tanpa alasan ia menekankan hal tersebut. Dalam beberapa laga sebelumnya, baik Indonesia maupun Malaysia pernah sama-sama terpancing emosi hingga berujung kartu merah dan kericuhan kecil.

Strategi yang Tak Hanya Bicara Teknik

Timnas U-23 Indonesia kini tengah membangun formasi dengan keseimbangan antara serangan cepat dan pertahanan yang kokoh. Namun, Shin tampak tidak hanya menyiapkan fisik dan teknik ia juga memberikan pembekalan mental, terutama kepada para pemain muda yang mungkin baru merasakan panasnya pertandingan klasik melawan Malaysia.

Laga ini bukan cuma tentang siapa yang mencetak gol lebih dulu, tetapi juga tentang siapa yang bisa tetap tenang saat semua orang kehilangan ketenangan.

Malaysia Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi

Di sisi lain, skuad Malaysia juga tak ingin pulang tangan kosong. Mereka diprediksi tampil dengan semangat tinggi dan strategi menyerang sejak awal. Tekanan besar dari suporter sendiri juga bisa menjadi ujian bagi mental para pemain Indonesia. Namun, seperti kata Shin, menang bukan berarti harus emosional. Justru saat lawan bermain keras, Indonesia harus bisa menjawab dengan permainan cerdas dan disiplin tinggi.

Menang Itu Penting, Tapi Menang dengan Elegan Lebih Bermakna

Laga Indonesia vs Malaysia di Piala AFF U-23 2025 memang dipenuhi gengsi. Namun, kemenangan sejati datang dari kemampuan menguasai diri sendiri, bukan sekadar lawan.

Kita tidak hanya ingin melihat gol-gol indah atau selebrasi megah, tapi juga ingin menyaksikan generasi muda Indonesia menunjukkan kedewasaan di tengah tekanan karakter yang mencerminkan masa depan sepak bola yang menjanjikan. Mari kita dukung Garuda Muda untuk tidak hanya terbang tinggi, tapi juga terbang bijaksana.

Posted in
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai