GARDA ATLETIK

olahraga

Autor, @donypro

GARDAATLETIK. Liga Inggris kembali bergulir, dan setiap musimnya selalu membawa cerita baru baik dari drama di lapangan, kejutan dari tim underdog, maupun pencapaian individu para pemain bintang. Salah satu kisah yang layak menjadi sorotan pada awal musim ini adalah perjalanan Mohamed Salah, penyerang andalan Liverpool, yang kini berada di ambang menyamai rekor gol kandang milik legenda Premier League, Sergio Aguero.

Pertandingan antara Liverpool dan Bournemouth di Anfield, akhir pekan ini, bukan sekadar laga pembuka yang menentukan start tim di klasemen. Bagi Salah, ini adalah kesempatan untuk menorehkan namanya semakin dalam di buku sejarah sepakbola Inggris.

Rekor yang Membanggakan, Satu Gol Menuju Jejak Aguero

Sejak bergabung dengan Liverpool pada 2017, Mohamed Salah telah menjadi mesin gol yang konsisten. Catatan golnya di Premier League sungguh impresif, khususnya ketika bermain di Anfield. Hingga saat ini, Salah telah mengoleksi 105 gol liga di kendang hanya berjarak satu gol dari rekor Aguero yang mencetak 106 gol di Etihad Stadium saat membela Manchester City.

Jika berhasil mencetak gol ke gawang Bournemouth, Salah akan sejajar dengan Aguero dalam daftar pemain dengan gol kandang terbanyak untuk satu klub di era Premier League. Hanya Thierry Henry yang masih memimpin dengan 114 gol di Highbury bersama Arsenal, sebuah torehan yang menjadi target jangka panjang bagi Salah.

Rival yang “Bersahabat” untuk Salah

Dari segi statistik, Bournemouth adalah salah satu lawan yang cukup “ramah” bagi Salah. Dalam 11 pertemuan sebelumnya di Premier League, ia telah mencetak 11 gol. Empat di antaranya lahir di Anfield, yang artinya peluangnya untuk menambah pundi-pundi gol di laga ini terbilang besar.

Statistik ini memberi alasan kuat bagi para pendukung Liverpool untuk optimistis. Bukan hanya karena Bournemouth kerap kesulitan menahan gempuran Salah, tetapi juga karena performa sang pemain yang jarang mengecewakan di laga-laga kandang.

Lebih dari Sekadar Angka

Meski rekor ini terdengar seperti sekadar catatan statistik, maknanya jauh lebih besar. Gol kandang menunjukkan konsistensi seorang pemain dalam memanfaatkan keuntungan bermain di depan publik sendiri.

Anfield dikenal sebagai salah satu stadion dengan atmosfer paling menggetarkan di dunia sepakbola. Tekanan terhadap lawan luar biasa, namun bagi pemain seperti Salah, dukungan suporter justru menjadi energi tambahan. Rekor ini membuktikan betapa ia bukan hanya bintang global, tetapi juga pahlawan lokal bagi The Kop.

Tantangan di Laga Perdana

Meskipun catatan sejarah memihak Salah, laga pembuka musim selalu penuh risiko. Tim-tim cenderung belum menemukan ritme terbaik, dan lawan seperti Bournemouth tentu tidak akan memberikan ruang gerak bebas. Mereka sadar, menghentikan Salah berarti memperbesar peluang mencuri poin di Anfield.

Pelatih Bournemouth kemungkinan akan memasang strategi bertahan rapat dan melakukan pressing agresif setiap kali Salah menguasai bola. Ini menjadi ujian awal bagi kreativitas dan ketajaman Salah, sekaligus menguji chemistry-nya dengan lini depan Liverpool yang kini semakin solid.

Potensi Rekor Lain yang Mengintai

Selain peluang menyamai rekor Aguero, laga ini juga membuka kesempatan bagi Salah untuk memulai musim dengan catatan gol di laga pembuka sesuatu yang sudah ia lakukan beberapa kali sebelumnya. Konsistensi mencetak gol sejak pekan pertama memberi sinyal positif bagi performa musim penuh, baik bagi dirinya maupun bagi tim.

Jika momentum ini terjaga, bukan tidak mungkin Salah akan segera melewati Aguero dan mulai mendekati rekor Henry. Mengingat usianya yang masih 33 tahun dan fisik yang tetap prima, target tersebut bukan hal mustahil.

Dampak bagi Liverpool

Rekor individu memang menarik, namun yang terpenting bagi Liverpool adalah kemenangan. Laga kontra Bournemouth menjadi kesempatan untuk meraih tiga poin penuh dan memulai musim dengan percaya diri.

Salah yang tampil tajam akan menjadi faktor penentu. Selain itu, keberhasilan sang bintang mencetak gol bersejarah bisa memberikan efek domino berupa motivasi ekstra bagi rekan setim. Atmosfer positif di awal musim sering kali menjadi pembeda di perebutan gelar yang ketat.

Suporter Menanti Momen Bersejarah

Bagi para pendukung Liverpool, melihat Salah mencetak gol di Anfield sudah menjadi kebiasaan menyenangkan. Namun kali ini, gol tersebut akan memiliki makna ganda: bukan hanya membantu tim meraih kemenangan, tetapi juga mengukir sejarah yang akan selalu dikenang.

Anfield dipastikan akan dipenuhi chant khas “Mo Salah, Mo Salah…” yang menggema lebih keras dari biasanya jika sang bintang berhasil menyamai rekor Aguero. Bahkan, jika memungkinkan, mungkin ia akan melewati rekor itu di awal musim sesuatu yang akan menjadi pembuka cerita indah bagi perjalanan Liverpool di musim 2025/26.

Sejarah di Depan Mata

Liverpool vs Bournemouth kali ini lebih dari sekadar pertandingan liga biasa. Ini adalah panggung bagi Mohamed Salah untuk mengukir sejarah, menyamai, dan mungkin dalam waktu dekat melewati catatan gol kandang Sergio Aguero.

Bagi Salah, setiap gol bukan hanya menambah angka di papan skor, tetapi juga memperkuat warisannya di Premier League. Bagi Liverpool, itu adalah tanda bahwa bintang mereka masih bersinar terang, siap memimpin tim menuju musim yang penuh ambisi.

Dan bagi para suporter, ini adalah undangan untuk menjadi saksi momen yang akan mereka ceritakan kembali di tahun-tahun mendatang tentang malam di Anfield ketika Mo Salah berdiri sejajar dengan salah satu legenda terbesar Liga Inggris.

Posted in
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai