GARDA ATLETIK

olahraga

Autor, @donypro

GARDAATLETIK. Turnamen bulu tangkis China Masters 2025 menjadi momen yang penuh harapan bagi pasangan ganda putra Indonesia, Muhammad Rian Ardianto dan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Pasangan yang baru dipasangkan ini menjalani debut di ajang bergengsi tersebut dengan optimisme tinggi. Namun, langkah mereka harus terhenti di babak awal setelah kalah tipis dari ganda putra Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, melalui pertarungan tiga gim yang menegangkan.

Pertandingan digelar pada Selasa (16/9/2025) di Shenzhen Arena, Tiongkok. Ribuan pasang mata menyaksikan duel penuh emosi yang akhirnya berakhir dengan skor 21-12, 11-21, 20-22 untuk kemenangan wakil Negeri Jiran.

Awal Meyakinkan dengan Gim Pertama yang Dominan

Rian/Yere tampil penuh percaya diri sejak awal. Mereka langsung menekan dengan serangan cepat dan smes tajam yang membuat lawan kesulitan berkembang. Dalam waktu singkat, pasangan Indonesia unggul 8-3 dan semakin memperlebar jarak hingga interval dengan skor 11-5.

Dominasi itu terus berlanjut. Koordinasi yang rapi, ditambah pertahanan solid, membuat mereka nyaris tak terbendung. Rian/Yere pun menutup gim pertama dengan kemenangan telak 21-12.

Banyak penonton kala itu menilai pasangan baru Indonesia ini bisa melanjutkan tren positif hingga akhir pertandingan. Namun, kenyataan berkata lain.

Gim Kedua Malaysia Bangkit dengan Taktik Baru

Setelah tertinggal di gim pertama, Goh/Izzuddin langsung mengubah pola permainan. Mereka tampil lebih sabar, memperpanjang rally, dan menekan area pertahanan Rian/Yere. Perubahan strategi ini membuat pasangan Indonesia kerap melakukan kesalahan sendiri.

Alih-alih mendominasi seperti di awal, Rian/Yere justru sering terjebak dalam permainan lawan. Skor demi skor pun bergulir untuk Malaysia hingga akhirnya gim kedua ditutup dengan skor 11-21.

Kondisi ini membuat pertandingan harus berlanjut ke gim ketiga, yang menjadi penentu nasib kedua pasangan.

Gim Penentuan Comeback Gagal di Poin-Poin Kritis

Pada gim terakhir, tensi pertandingan meningkat drastis. Kedua pasangan tampil ngotot untuk merebut tiket ke babak berikutnya. Setelah saling kejar poin, Goh/Izzuddin berhasil unggul jauh setelah mencatatkan lima angka beruntun. Kedudukan berubah menjadi 16-10 untuk Malaysia.

Tidak berhenti di situ, pasangan Malaysia mencapai match point lebih dulu di angka 20-14. Banyak yang mengira laga akan segera berakhir, tetapi Rian/Yere menunjukkan semangat pantang menyerah. Dengan kerja sama apik, mereka berhasil merebut enam angka berturut-turut hingga menyamakan skor menjadi 20-20.

Suasana pun semakin menegangkan. Sayangnya, saat momentum berada di tangan, keberuntungan belum berpihak. Pada dua reli terakhir, Rian/Yere kehilangan fokus dan akhirnya menyerah dengan skor tipis 20-22.

Evaluasi Potensi Besar tapi Butuh Konsistensi

Kekalahan ini tentu mengecewakan, tetapi juga memberikan pelajaran berharga. Dari gim pertama, terlihat jelas bahwa Rian/Yere punya modal besar untuk bersaing di level internasional. Mereka mampu menekan lawan dengan agresif dan bahkan hampir menciptakan comeback luar biasa di gim ketiga.

Namun, kelemahan terbesar mereka adalah inkonsistensi. Pergantian gim dari dominasi penuh ke kehilangan arah permainan menunjukkan masih ada hal yang perlu diperbaiki, terutama dalam menjaga fokus dan mental saat berada di bawah tekanan.

Lawan yang Berpengalaman

Tak bisa dipungkiri, lawan yang mereka hadapi bukanlah pasangan sembarangan. Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin merupakan ganda putra Malaysia yang sudah lama bermain bersama dan memiliki pengalaman di berbagai turnamen besar. Kekompakan serta kemampuan mereka untuk bangkit setelah tertinggal menjadi faktor penentu dalam pertandingan kali ini.

Bagi Rian/Yere, duel ini menjadi ujian pertama untuk mengukur kemampuan menghadapi pasangan kuat dengan strategi matang.

Harapan Publik Indonesia

Meski hasilnya belum sesuai harapan, banyak penggemar bulu tangkis Indonesia tetap memberikan dukungan. Mereka menilai Rian/Yere hanya butuh waktu untuk menemukan ritme permainan yang konsisten. Apalagi, sektor ganda putra merupakan salah satu kekuatan utama Indonesia di pentas dunia, sehingga kehadiran pasangan baru ini memberi harapan akan regenerasi yang kuat.

Federasi bulu tangkis Indonesia juga diyakini akan terus memberikan kesempatan bagi Rian/Yere untuk tampil di turnamen besar lain agar pengalaman bertanding mereka semakin kaya.

Kesimpulan

Debut Rian Ardianto/Yeremia Rambitan di China Masters 2025 memang belum membuahkan hasil manis. Kekalahan melalui rubber game melawan Goh/Izzuddin dengan skor 21-12, 11-21, 20-22 menjadi pelajaran penting bahwa konsistensi dan mental di poin-poin krusial adalah kunci kemenangan.

Meski demikian, perjuangan mereka layak diapresiasi. Dengan semangat pantang menyerah, mereka hampir membalikkan keadaan meski sudah tertinggal jauh di gim ketiga. Kekalahan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang yang berpotensi membawa mereka ke level yang lebih tinggi.

Harapan publik kini tertuju pada bagaimana mereka bangkit di turnamen berikutnya. Jika mampu memperbaiki kelemahan dan mempertahankan semangat juang, bukan tidak mungkin Rian/Yere akan menjadi salah satu andalan baru Indonesia di masa depan.

Posted in
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai