GARDA ATLETIK

olahraga

Autor, @donypro

GARDAATLETIK. Musim 2025 menjadi panggung istimewa bagi Marc Marquez. Sejak bergabung dengan Ducati Lenovo Team, pebalap berjuluk The Baby Alien itu seperti menemukan kembali kejayaannya. Hampir di setiap seri, Marquez tampil luar biasa dan sulit disaingi.

Namun, meski terlihat begitu perkasa, Davide Brivio selaku Team Manager Trackhouse Racing menilai dominasi Marquez bukan berarti abadi. Menurutnya, musim 2026 bisa menghadirkan tantangan yang berbeda karena rival-rival utama tentu akan berbenah untuk menutup jarak.

Musim Luar Biasa untuk Marquez

Adaptasi Marquez terhadap motor Ducati Desmosedici GP25 berlangsung cepat dan mulus. Di musim perdananya bersama Ducati pabrikan, ia seolah membuktikan bahwa pengalaman dan mental juara yang dimilikinya masih sangat relevan.

Statistiknya berbicara banyak. Dari total 32 balapan dalam 16 seri, Marquez berhasil meraih 25 kemenangan, termasuk 11 kali finis teratas di grand prix. Bahkan saat tidak menang, ia tetap konsisten berada di posisi podium, kecuali dua seri, jatuh di Austin (DNF) dan finis ke-12 di Jerez.

Catatan ini membuatnya hampir mustahil terkejar di klasemen. Dengan selisih 182 poin atas adiknya, Alex Marquez, Marc kini tinggal menunggu waktu untuk memastikan gelar juara dunia ketujuhnya di kelas MotoGP.

Selangkah Lagi Menuju Gelar Dunia

Perjalanan Marquez musim ini praktis hanya tinggal menunggu momen pengukuhan gelar. Dengan enam seri tersisa, jarak poin yang ia miliki sudah terlalu jauh untuk dikejar. Banyak pihak memprediksi bahwa ia bisa mengunci gelar di seri MotoGP Jepang di Motegi, akhir pekan mendatang.

Jika benar demikian, maka Marquez akan menambah daftar panjang pencapaiannya sekaligus mempertegas statusnya sebagai salah satu legenda terbesar dalam sejarah MotoGP.

Brivio Tahun Ini Marc Tak Terkalahkan, Tapi Rival Akan Bangkit

Dalam sebuah wawancara, Davide Brivio mengakui performa Marquez yang hampir sempurna. Menurutnya, Marc benar-benar menunjukkan kelasnya dengan memanfaatkan keunggulan motor Ducati pabrikan.

“Tahun ini Marc Marquez tidak bisa disentuh. Semua pesaing harus mengakui kehebatannya di lintasan,” ujar Brivio.

Namun, ia juga menambahkan bahwa roda persaingan MotoGP selalu berputar. “Musim depan, para rival tentu tidak akan tinggal diam. Bagnaia akan bekerja keras, Jorge Martin akan kembali kuat, dan Bezzecchi juga akan belajar lebih konsisten. Jangan lupakan Alex Marquez, yang sudah menunjukkan perkembangan pesat,” katanya lagi.

Menurut Brivio, hal-hal tersebut bisa membuat musim 2026 jauh lebih sulit bagi Marquez.

Persaingan yang Menanti di 2026

Meski Ducati terlihat dominan, Brivio menegaskan bahwa keunggulan teknis bukan berarti abadi. Tim lain akan berusaha keras melakukan pengembangan motor, sementara para pebalap top akan mencari cara untuk mengimbangi kecepatan Marquez.

Francesco Bagnaia, juara dunia 2022–2023, tentu berambisi merebut kembali mahkotanya.

Jorge Martin, yang sempat menjadi penantang utama di musim lalu, diperkirakan kembali tampil penuh motivasi.

Marco Bezzecchi punya potensi besar jika mampu menjaga konsistensi.

Alex Marquez, meski masih berada satu level di bawah kakaknya, kini semakin matang dan bisa saja menjadi ancaman nyata.

Artinya, musim depan tidak akan semudah yang dijalani Marquez tahun ini.

Apakah Era Marquez Bersama Ducati Akan Berlanjut?

Pertanyaan besar kini menggantung: apakah dominasi Marc Marquez akan bertahan, atau justru 2026 akan menghadirkan kejutan?

Marquez memiliki semua faktor pendukung: pengalaman panjang, ketangguhan mental, serta motor kompetitif. Namun, MotoGP selalu menghadirkan dinamika baru. Cedera, perubahan teknis, hingga strategi tim bisa saja menjadi faktor penentu.

Brivio sendiri optimis bahwa rival-rival Marquez akan menampilkan perlawanan lebih sengit. Baginya, dominasi seorang pebalap hebat memang wajar, tapi sejarah membuktikan bahwa MotoGP tidak pernah berhenti memberikan kejutan.

Kesimpulan

Musim 2025 akan tercatat sebagai salah satu momen gemilang Marc Marquez. Dengan dominasi luar biasa bersama Ducati, ia hampir pasti mengamankan gelar juara dunia ketujuhnya. Namun, seperti yang diingatkan Davide Brivio, musim 2026 bisa menjadi cerita berbeda.

Persaingan lebih ketat hampir pasti terjadi. Para rival punya waktu untuk berbenah, sementara Marquez harus membuktikan bahwa kejayaannya bukan sekadar momentum singkat.

Satu hal yang jelas, MotoGP 2026 berpotensi menjadi musim penuh drama dan adrenalin, di mana publik akan kembali disuguhi pertarungan sengit antarpebalap kelas dunia. Apakah Marc Marquez tetap menjadi penguasa, atau justru lahir juara baru? Kita tunggu bersama.

Posted in
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai