GARDA ATLETIK

olahraga

Autor, @donypro

GARDAATLETIK. Di balik papan luncur yang melaju lincah di arena skate, ada tekad kuat dari seorang remaja Indonesia yang tak pernah surut. Bunga Nyimas Cinta, nama yang mungkin pernah terdengar saat Indonesia bangga akan atlet muda di Asian Games 2018, kini bersiap kembali mengharumkan nama bangsa di ajang SEA Games 2025.

Meski usianya masih muda, kiprahnya di dunia skateboard sudah melampaui apa yang banyak orang bayangkan. Kini, Bunga hadir kembali, membawa semangat baru dan misi yang tak main-main: merebut medali emas untuk Indonesia di ajang olahraga terbesar Asia Tenggara.

Kilas Balik Karier, Bunga dan Lompatan Prestasinya

Bunga pertama kali menjadi perhatian publik ketika ia tampil di Asian Games 2018 pada usia 12 tahun salah satu peserta termuda saat itu. Sejak saat itu, dunia skateboard Indonesia tak lagi sama. Bunga bukan hanya simbol regenerasi, tapi juga bukti bahwa anak muda Indonesia bisa bersaing di kancah internasional.

Di SEA Games 2019 Filipina, Bunga membuktikan bahwa debut bukan berarti coba-coba. Ia sukses menyumbang dua medali: perak untuk kategori park dan perunggu di game of skate. Namun setelah itu, namanya sempat tak muncul dalam dua edisi SEA Games berikutnya.

Kini, di 2025, ia kembali disiapkan untuk memperkuat tim nasional dan misi yang diembannya jauh lebih besar, menjadi juara pertama.

Bukan Sekadar Olahraga, Skateboard sebagai Jalan Hidup

Bagi Bunga, skateboard bukan sekadar cabang olahraga, tapi bagian dari jati dirinya. Di tengah dunia yang masih asing dengan olahraga ekstrem ini, Bunga tumbuh bersama papan skate-nya. Ia mengenal keseimbangan, kegagalan, dan keberanian dari setiap lompatan dan jatuhan yang dialami.

Skateboard mengajarkan Bunga bahwa progres tidak datang secara instan. Setiap trik baru membutuhkan puluhan bahkan ratusan kali latihan dan jatuh bangun. Tapi ia tidak menyerah. “Kalau gagal, ulang lagi. Nggak ada kata cukup sebelum bisa,” begitu kira-kira prinsip yang ia pegang teguh.

Latihan Tanpa Kenal Cuaca

Mempersiapkan diri untuk kompetisi sekelas SEA Games bukan perkara mudah. Jadwal latihan Bunga padat, bahkan saat cuaca tidak bersahabat. Panas terik maupun hujan deras tak menghalanginya untuk tetap turun ke arena dan melatih setiap gerakan.

Konsistensi menjadi senjata utama. Bunga tahu bahwa bakat saja tidak cukup. Ia harus selalu menjaga performa, mematangkan teknik, dan memperluas variasi trik agar bisa bersaing dengan atlet-atlet dari negara lain yang punya fasilitas lebih lengkap dan lingkungan yang lebih mendukung.

Tantangan dari Dalam dan Luar Negeri

Meski SEA Games adalah kompetisi regional, bukan berarti lawan-lawan yang dihadapi mudah. Banyak atlet dari negara tetangga datang dengan latar belakang latihan internasional, bahkan beberapa merupakan atlet campuran berdarah asing, yang telah berlatih di pusat skateboard dunia sejak kecil.

Namun, Bunga tidak gentar. Ia tahu bahwa kekurangan fasilitas di dalam negeri bukan penghalang untuk tampil maksimal. Untuk menutup celah itu, Bunga kerap mencari referensi dari Instagram dan YouTube, menonton para profesional dunia seperti Arisa Trew, atlet skateboard asal Australia yang tampil gemilang di Olimpiade Paris 2024.

Setiap gerakan, trik, dan gaya yang ia pelajari dari media sosial kemudian ia adaptasi dengan latihan mandiri. Ia menciptakan gaya unik yang menjadi ciri khasnya sendiri bukan hanya meniru, tetapi mengembangkan.

Mental Juara, Bukan Sekadar Target Emas

Bunga menyadari bahwa membawa pulang medali emas adalah impian besar namun bukan satu-satunya ukuran sukses. Baginya, menikmati proses, menghormati lawan, dan membuktikan bahwa atlet muda Indonesia mampu tampil di level tertinggi adalah pencapaian tersendiri.

Meski beban harapan besar datang dari pelatih, federasi, dan publik, Bunga memilih untuk tidak menjadikannya tekanan. Ia fokus pada satu hal: bermain dengan hati. Saat turun ke arena, yang ia pikirkan bukan ranking, tapi bagaimana menikmati setiap detik di atas papan skate.

Harapan untuk Skateboard Indonesia

Misi Bunga di SEA Games 2025 bukan hanya tentang dirinya. Ia membawa harapan seluruh komunitas skateboard di Indonesia dari anak-anak yang belajar meluncur di taman kota, hingga generasi muda yang mulai menekuni dunia ekstrem sport.

Melalui perjuangannya, Bunga ingin membuka mata publik bahwa skateboard bukan olahraga pinggiran. Ia berharap akan ada lebih banyak perhatian, fasilitas, dan pembinaan yang diberikan agar Indonesia bisa bersaing bukan hanya di Asia Tenggara, tapi juga di level dunia.

Lebih dari Sekadar Lomba

Perjalanan Bunga Nyimas ke SEA Games 2025 adalah cerita tentang mimpi, ketekunan, dan keberanian menembus batas. Ia bukan hanya sedang mengejar medali emas, tapi juga membangun jalan bagi generasi baru skateboard Indonesia.

Bunga mengingatkan kita semua bahwa menjadi juara tidak selalu soal siapa yang menang paling banyak, tapi siapa yang paling konsisten berjuang. Dan di atas papan skate-nya, ia membuktikan bahwa perempuan muda Indonesia punya tempat di arena ekstrem mana pun asal berani mencoba, jatuh, dan bangkit lagi.

Posted in
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai